Monday, December 30, 2013

Kesimpulan & Saran tentang Catatan Kaki, Daftar Pustaka & Kutipan

 Kesimpulan :
Catatan kaki, daftar pustaka dan kutipan merupakan satu kesatuan yang ada dalam bagan penulisan karangan atau karya ilmiah yang juga dijadikan sebagai kode etik dalam karangan ilmiah sehingga pembahasan serta informasi yang ada dalam buku karangan tersebut menjadi suatu bacaan informasi yang utuh dengan melibatkan banyak pendapat yang dikandungnya, dan juga pemikiran penulisan yang bertalian dalam pembahasannya.
Dari ketiga sumber referensi buku yang dibahas sebelumnya dapat disimpulkan bahwa buku yang paling baik adalah buku yang berjudul “Metode Survai” karena dibuku tersebut lengkap terdapat catatan kaki daftar pustaka dan kutipan. Dibandingkan dengan kedua buku yang lainnya karena kedua buku tersebut tidak ada catatan kakinya.
Saran :
Dalam aturan penulisan, baik karya ilmiah atau karangan sebaiknya tercantum catatan kaki, daftar pustaka hingga kutipan yang dijadikan sebagai kode etik dalam penulisan karangan ilmiah dan juga untuk menghormati dan menghargai karya orang lain yang dimasukkan ke dalam suatu tulisan, serta berfungsi sebagai bukti atas validnya suatu informasi yang sumber-sumber bacaannya telah dipublikasikan ataupun belum dipublikasikan. Penggunaan EYD yang baik dan benar dalam penulisan juga harus diperhatikan karena dengan menggunakan bahasa yang baik dapat mempermudah dalam membaca tulisan sang penulis dan dapat mengikuti alur pikirannya.


Resep Kue Cubit

Bahan :
- 4 butir telur ayam
- 150 gr gula pasir
- 3/4 sdm baking powder
- 300 gr tepung terigu (diayak)
- 50 gr gula pasir (dilelehkan)
- 100 ml air
- 50 gr meisess
- 1/4 sdm vanili


Cara membuat:
- kocok telur dan gula sampai kental/berwarna putih. Masukan tepung dan baking powder, aduk rata.
- tambahkan margarin, vanili, dan air. Aduk sampai rata dan diamkan selama 10 menit
- panaskan cetakan kue cubit dan oleskan margarin. Tuang adonan ke dalam cetakan. Setelah setengah matang, taburi meisess.
- tutup cetakan, tunggu hingga matang, dan sajikan.

Thursday, October 3, 2013

Menyelamatkan Jantung dengan Bahan Alami

Percutaneous coronary intervention (PCI) adalah prosedur non-bedah untuk menangani penyempitan pembuluh darah bagi penderita penyakit jantung koroner(PJK). Penyakit jantung koroner disebabkan penyempitan pembuluh darah jantung atau arteri koronaria. Supaya melebar, pembuluh darah diberi stent, semacam tabung atau ring yang dimasukan ke saluran pembuluh darah sehingga dapat menahan dan membuat pembuluh darah melebar.

Metode stent awalnya dilakukan oleh Andreas Grunzigh, pakar penyakit jantung dari Swiss keturunan Jerman, pada tahun 1977.penelitian yang dilakukan Grunzigh berupa pembalonan penyempitan pada pembuluh darah koroner manusia. Sejak saat itu, penelitian berlanjut hingga muncul stent jenis metal pada tahun 1988. Namun terdapat kelemahan pada stent berjenis metal ini, yaitu secara alamiah ada reaksi dari dalam tubuh terhadap benda asing(reaksi seluler). Pemasangan stent tersebut menyebabkan luka pada tubuh. Jika tubuh terluka, trombosit akan menutup luka tersebut, tetapi ini berbeda dari pelukaan di dalam tubuh. Trombosit tersebut akan menjadi trombosit aktif, yang akan mengaktifkan trombosit lain untuk menempel. Akibatnya, timbul gumpalan darah yang menggangu pembuluh darah yang dipasangi stent metal tersebut. Untuk mengatasi penggumpalan darah yang tidak diharapakan, pemasangan stent selalu disertai dengan pengenceran darah. Sekitar 2001, baru berkembang teknologi stent lapis obat yang sampai saat ini masih digunakan. Namun karena masih tetap menggunakan metal, tentu saja masih terdapat kelemahan, yaitu alat tersebut akan tetap berada di dalam tubuh seumur hidup dan jika terjadi penyempitan pembuluh darah lagi, harus dipasang stent kembali.

Teknologi stent terus berkembang hingga terciptanya bioresorbable vascular scaffold(BVS). Stent jenis ini tidak menggunakan bahan logam, tetapi berbahan polylactide acid, yaitu bahan alami seperti pati jagung, pati tapioca, atau pati tebu dan biasa digunakan dalam implan medis. Sebelum ada stent BVS, para dokter jantung umumnya menggunakan bare-metal stent dan drug-eluting stent(DES) untuk pasien penderita jantung koroner. BVS adalah stent yang memiliki resiko paling minim diatara stent-stent lainnya.

Secara teknis, pemasangan stent BVS tidak memiliki perbedaan dengan stent metal. Pasien penderita penyakit jantung koroner harus menjalani diagnostic angiography, suatu cara dimana dokter akan melihat langsung letak anatomi pembuluh darah, letak sumbatan, dan seberapa berat sumbatannya. Pemasangan BVS hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Pasien pun hanya mendapat bius lokal dan dapat melihat proses PCI melalui monitor.

Sumber: Majalah Gatra edisi 49(11-17 oktober 2012)
Penulis: Mukhlison S. Widodo  

Tuesday, October 1, 2013

Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

                Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang sering sekali kita gunakan dalam keseharian, tetapi untuk menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar secara lisan maupun tulisan tidaklah mudah. Ada 9 faktor penunjang yang dapat mempengaruhi seseorang untuk pandai berbahasa indonesia yang baik dan benar, yaitu:
1       1. Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi penggunaan bahasa yang pemakaianya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan menurut hubungan pembicara, kawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan.  
2       2. Ejaan
Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi, bagaimana memenggal suku kata, dan bagaimana menggabungkan kata-kata.
3      3. Diksi
Diksi merupakan pemilihan kata yang tepat dalam membuat suatu kalimat yang memiliki pengungkapan arti yang bertujuan agar mudah dipahami. Dalam peemilihan kata tersebut terdapat istilah umum dan istilah khusus. Istilah umum merupakan kata yang biasa digunakan, sedangkan istilah khusus merupakan penggunaan kata yang jarang didengar dan digunakan oleh orang pada umumnya.
4      4. Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.
5      5. Alinea & Pengembangannya
Alinea adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Alinea dikenal juga dengan nama lain paragraf. Alinea dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Pengembangan alinea terdiri dari pengembangan alamiah, pengembangan klimaks dan antiklimaks, pengembangan perbandingan dan pertentangan, pengembangan analogi, pengembangan contoh-contoh, pengembangan akibat -sebab akibat, pengembangan definisi luas, pengembangan klasifikasi, pengembangan umum khusus-khusus umum.
6      6. Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Langkah-langkah yang terdapat dalam perencaan penulisan ilmiah yaitu, pemilihan topik, pembatasan topik, pemilihan judul, penentuan tujuan penulisan, penentuan kerangka karangan, langkah-langkah penulisan ilmiah
7      7. Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju.
8      8. Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu dapat diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyususanaan daftar bacaan.
9      9. Abstrak dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah ringkasan isi, ikhtisar, inti (skripsi, laporan, dan sebagainya). Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai hubungan dengan sebuah karangan yang dibuat.


Menurut saya, dengan memahami dan menerapkan kesembilan faktor penunjang tersebut, seseorang akan mampu menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar baik secara lisan terutama tulisan sebagai sarana pengungkapan gagasan ilmiah karena dengan memahami dan menerapkannya seseorang dapat mengungkapkan apa yang ingin dia sampaikan kepada orang lain dengan mudah. Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar sebaiknya dilakukan secara intensif supaya seseorang terbiasa menggunakannya. Selain itu, pemilihan kata-kata dalam penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar harus mudah dipahami untuk memperlancar komunikasi. Pada situasi tertentu yaitu pada situasi formal, penggunaan bahasa indonesia yang benar menjadi prioritas, sedangkan pada situasi non formal penggunaan bahasa indonesia yang baik lebih menjadi priorotas. (Argumentatif)

Thursday, June 20, 2013

Sejarah Kota Bekasi

Dayeuh sundasembawa atau jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai ibu lota Kerajaan Tarumanegara (358-669). Luas kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai ibukota Tarumanegara adalah wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah asal Maharaja Tarusbawa (669-723) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan raja-raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579) Raja Kerajaan Sunda (Pajajaran) yang terakhir.
Wilayah Bekasi banyak tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yanh dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam 5 lembar lempengan tembaga. Sejak abad ke-5 masehi pada masa kerajaan Tarumanegara abad ke-8 Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung dengan pelabuhan Subda Kelapa(Jakarta).

Monday, June 10, 2013

Analisis Mengenai Perilaku Konsumen pada Setiap Produk dan Bagaimana Konsumen mendapatkan Kepuasan Maksimal pada Produk Tersebut


Perilaku konsumen adalah proses dan aktifitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memnuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk bang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Definisi kepuasan konsumen menurut para ahli yakni:
·         Kepuasan konsumen adalah tingkat perbandingan antara apa yang dia terima dan harapannya. (Umar, 2005:65)
·         Menurut kotler[1], Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesan terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya.  Jadi, kepuasan merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan.
·         Biong menjelaskan kepuasan sebagai sebuah konsekuensi atau akibat atas pengalaman satu pihak terhadap kemampuan pihak lain untuk memenuhi norma-norma atau aturan-aturan dengan harapan-harapannya.

Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tingkat kepuasan konsumen, diantaranya
1. Kualitas Produk 
Konsumen akan merasa puas bila produk yang mereka beli berkualitas

2. Kualitas Jasa
Untuk industri pelayanan jasa, konsumen akan merasa puas bila mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak mengecewakan dari pelayanan jasa yang mereka gunakan.

3. Tingkat Emosional
Kepuasan diperolah bukan hanya dari kualitas produk saja, tetapi nilai sosial suatu produk dapat membuat konsumen menjadi puas. Konsumen akan merasakan bangga apabila dia menggunakan suatu produk karena produk tersebut memiliki nilai sosial dimata masyarakat, menurutnya masyarakat akan kagum terhadap dia.

4. Harga
Produk yang memiliki kualitas yang sama tetapi mempunyai harga yang lebih murah akan menarik konsumen karena memberikan nilai yang lebih tingggi dibanding produk yang mahal.

5.Biaya
Biaya tambahan yang tidak perlu ditanggung atau dikeluarkan oleh konsumen dapat meningkatkan kepuasan konsumen atas produk atau jasa yang digunakan.

Contoh kasus :
Seorang konsumen bernama A lebih memilih untuk membeli produk susu kental manis bermerk frisian flag dibandingan dengan merk lain karena susu kental manis bergambar bendera ini memiliki rasa yang lebih enak dan susu yg lebih kental. Bukan hanya dari segi rasa saja, komsumen A lebih memilih susu bermerk ini juga karena susu ini sudah memiliki nama di masyarakat. Ini menunjukan bahwa kualitas produk dan tingkat emosional menetukan tingkat kepuasan konsumen.

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


Peran komunikasi sangatlah penting di dalam organisasi. Komunikasi memiliki beberapa peranan penting yang diantaranya adalah sebagai alat penyatu atau penyambung pikiran / gagasan / pendapat yang dimiliki setiap anggota organisaasi tanpa mengabaikan norma-norma yang dimiliki organisasi tersebut. Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus mengetahui dahulu apa pengertian dari komunikasi dan organisasi.

Komunikiasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu, merubah sikap, pendapat atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
Organisasi adalah tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional, dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-prasana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang disepakati oleh organisasi.

Menurut Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan ada 3 model komunikasi, yaitu model komunikasi linear, model komunikasi interaksional, dan model komunikasi transaksional.

Dalam model komunikasi linear, komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Pada model ini, komunikasi bersifat monolog.

Pada model komunikasi interaksional, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah da nada dialog. Setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada suatu saat bertindak sebagai komunikator dan pada saat yang lain bertindak sebagai konmunikan.

Sedangkan pada model komunikasi transaksional, komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan antara duia orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.